Apakah kebijakan Presiden Donald Trump benar-benar bikin harga kebutuhan pokok turun? Pertanyaan ini kayaknya lagi banyak banget dibahas, ya? Soalnya, selama lima tahun belakangan ini, harga-harga, terutama di supermarket, tuh cenderung naik terus.
Kenapa bisa begitu? Ya, ada beberapa faktor sih. Mulai dari rantai pasokan yang kadang macet, perang di Ukraina yang bikin ekonomi global goyang, sampai dugaan beberapa perusahaan yang ambil untung terlalu banyak. Semua ini akhirnya bikin dompet kita jadi terasa lebih tipis.
Waktu kampanye di tahun 2024, Trump kan memang fokus banget tuh sama masalah harga pangan. Dia janji, kalau terpilih, dia bakal turunin harga-harga itu. Nah, sekarang kita lihat deh, beneran kejadian nggak sih?
Telur Turun Harga? Tapi yang Lain Gimana?
Kita ambil contoh telur deh. Harganya memang sempat naik tinggi banget di musim semi kemarin. Tapi sekarang, udah turun lebih dari 20% dibandingkan tahun lalu. Lumayan kan? Telur ini sering banget dijadiin patokan buat ngukur inflasi.
Tapi, tunggu dulu! Jangan seneng dulu. Soalnya, harga jeruk lagi naik gila-gilaan. Bayangin aja, naik 37,6% dibandingkan tahun lalu. Daging sapi giling juga naik, sekitar 16,4%. Roti dan ayam juga ikutan naik. Jadi, turunnya harga telur itu kayak oasis di padang gurun, guys.
Buat yang suka mantengin pergerakan harga, bisa lho pantau sendiri. Soalnya, sejak tahun 2021, NBC News itu rutin memantau harga rata-rata telur, ayam, roti, daging sapi giling, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Mereka ngumpulin data langsung dari kasir di berbagai toko di seluruh Amerika Serikat. Jadi, datanya lumayan akurat lah ya.
Data ini mereka dapetin dari NIQ, sebuah perusahaan riset pemasaran global. Mereka ngumpulin data harga langsung dari kasir di supermarket, apotek, toko grosir besar, beberapa toko dollar, klub gudang tertentu, dan komisaris militer. Lengkap banget kan?
Sumber Data Harga: Nggak Cuma Satu
Selain data dari NIQ, ada juga data dari Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics atau BLS). Mereka juga punya indeks harga konsumen (IHK) bulanan. Bedanya, kalau NIQ ngumpulin data langsung dari toko, BLS pakai tenaga manusia buat ngumpulin data. Terus, BLS juga mencakup lebih banyak kategori produk makanan. Jadi, kita bisa bandingin deh, data dari NIQ sama BLS ini.
Nah, buat yang tertarik trading atau investasi di komoditas pangan, data-data kayak gini tuh penting banget. Kita bisa lihat tren harga, terus bikin strategi yang tepat. Platform trading seperti Broker InstaForex biasanya menyediakan akses ke berbagai instrumen investasi yang terkait dengan komoditas, termasuk pangan. Jadi, kita bisa manfaatin informasi ini buat cari peluang.
Tapi inget ya, investasi itu selalu ada risikonya. Jangan cuma lihat potensi keuntungannya aja, tapi juga pertimbangkan risikonya. Apalagi kalau kita mau investasi di komoditas pangan, yang harganya bisa dipengaruhi banyak faktor.
Jadi, Apa Kesimpulannya?
Harga kebutuhan pokok itu memang kompleks banget. Nggak bisa cuma lihat satu atau dua item aja. Kita harus lihat secara keseluruhan, terus bandingin datanya dari berbagai sumber.
Kebijakan pemerintah juga punya pengaruh yang besar terhadap harga-harga ini. Jadi, penting banget buat kita sebagai konsumen buat terus memantau perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Supaya kita bisa ngambil keputusan yang tepat buat keuangan kita.
Artikel ini rencananya bakal diupdate setiap bulan. Jadi, pantengin terus ya! Biar kita sama-sama tahu, beneran nggak sih kebijakan Trump ini bikin harga kebutuhan pokok jadi lebih terjangkau? Atau malah sebaliknya? Waktulah yang akan menjawab.