Harga Kapas Terus Merosot: Ada Apa Gerangan?
Harga kapas lagi kurang oke nih. Bayangin aja, sekarang posisinya di bawah 63 sen per pon! Itu artinya, kita udah deket banget sama level terendah sejak November 2025. Kira-kira, apa ya yang bikin harga kapas jadi lesu begini?
Nah, ada beberapa faktor yang kayaknya lagi main peran penting. Pertama, dolar Amerika Serikat lagi kuat-kuatnya. Kalau mata uang Paman Sam ini perkasa, biasanya harga komoditas, termasuk kapas, jadi kurang menarik buat pembeli dari negara lain. Kenapa? Soalnya, mereka jadi harus bayar lebih mahal dalam mata uang lokal mereka.
Selain itu, harga minyak juga lagi turun. Apa hubungannya sama kapas? Jadi gini, produksi kapas itu butuh energi, terutama untuk transportasi dan operasional mesin-mesin pertanian. Kalau harga minyak turun, biaya produksi kapas seharusnya juga ikut turun. Tapi kok harga kapasnya malah ikutan turun juga? Inilah yang bikin banyak orang bertanya-tanya.
Data Ekspor Kapas: Sempat Naik, Lalu Bagaimana?
Kebayang gak sih gimana fluktuatifnya pasar kapas ini? Laporan penjualan ekspor dari USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat) yang terbaru, yang mencakup minggu yang berakhir pada 22 Januari, nunjukkin kalau penjualan ekspor kapas untuk tahun pemasaran ini ada di angka 203.700 running bales. Istilah running bales ini mungkin agak asing ya, intinya sih satuan ukuran untuk kapas.
Angka ini lumayan jauh di bawah rekor penjualan minggu sebelumnya yang mencapai 412.457 bales! Itu lonjakan yang signifikan banget kan? Nah, penurunan setelah lonjakan besar ini tentu aja memicu kekhawatiran tentang permintaan kapas di pasar global. Apakah permintaannya emang lagi lesu? Atau cuma sementara aja?
Buat kamu yang tertarik trading komoditas, khususnya kapas, platform seperti Broker InstaForex bisa jadi salah satu pilihan. Di sana, kamu bisa memantau pergerakan harga kapas dan mengambil posisi sesuai dengan strategi tradingmu. Tentunya, dengan mempertimbangkan semua faktor yang memengaruhi harga kapas ini.
Stok Kapas: Naik Sedikit, Apa Artinya?
Data lain yang perlu diperhatiin adalah data dari ICE (Intercontinental Exchange). Mereka nyatatin bahwa persediaan kapas No. 2 yang bisa dikirim (deliverable) per tanggal 28 Januari ada sekitar 8.600 bales. Angka ini sedikit lebih tinggi dari hari sebelumnya yang sebanyak 8.595 bales.
Meskipun naiknya gak signifikan, tapi ini tetep aja jadi sinyal. Kalau stok kapas yang siap dikirim bertambah, bisa jadi ada dua kemungkinan. Pertama, permintaannya emang lagi turun, jadi kapasnya numpuk. Kedua, produksinya lagi bagus, jadi stoknya nambah.
Jadi, kesimpulannya apa nih? Harga kapas lagi tertekan karena kombinasi beberapa faktor, mulai dari dolar AS yang kuat, harga minyak yang turun, sampai kekhawatiran soal permintaan. Buat para trader dan investor, penting banget buat terus pantau perkembangan pasar kapas dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan begitu, kita bisa bikin keputusan trading yang lebih cerdas dan tepat.