Ibovespa menutup minggu lalu dengan penurunan tipis, sekitar 0,8%, dan berakhir di angka 186,293. Kira-kira kenapa ya bisa begini? Ternyata, ada beberapa faktor yang lagi main peran.

Tekanan dari Saham-Saham Raksasa

Salah satu penyebab utamanya adalah performa kurang oke dari saham-saham yang punya bobot besar di bursa. Kita lihat Vale, misalnya. Setelah merilis laporan keuangan kuartal keempat tahun 2025, sahamnya malah turun 2,8%. Ditambah lagi, harga bijih besi juga lagi kurang bersahabat. Kombinasi yang kurang mengenakkan, kan?

Belum selesai sampai di situ. Sektor finansial juga ikutan menekan Ibovespa. Banco do Brasil kehilangan 2,3%, sementara BB Seguridade malah anjlok lebih dalam, sekitar 9,6%. Lumayan bikin pusing juga kalau portofolio kita banyak di sektor ini.

Harapan dan Realita di Sektor Energi

Nah, kalau Petrobras gimana? Ternyata, pergerakannya relatif stabil, meskipun harga minyak mentah lagi naik. Kok bisa gitu? Kabarnya, Amerika Serikat melonggarkan sanksi untuk Venezuela. Ini memunculkan ekspektasi bahwa pasokan minyak global bakal lebih banyak. Jadi, meskipun harga minyak lagi tinggi, investor kayaknya lebih hati-hati melihat prospek Petrobras. Buat yang tertarik trading di sektor energi, penting nih memantau berita-berita kayak gini. Broker seperti InstaForex biasanya menyediakan akses ke berbagai instrumen trading yang terkait dengan energi.

Secercah Harapan dari Amerika Serikat

Di tengah sentimen negatif, ada juga sih berita baik dari Amerika Serikat. Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Januari naik 0,2%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 0,3%. Ini sedikit meredakan kekhawatiran soal inflasi. Imbasnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields) jadi turun, dan suku bunga DI di Brasil juga ikut-ikutan turun. Agak melegakan ya?

Prospek Ritel di Brasil

Lalu, bagaimana dengan sektor ritel di Brasil? Kabarnya, penjualan ritel diperkirakan akan mencatat kenaikan tahunan untuk kesembilan kalinya berturut-turut di tahun 2025. Tapi, perlu diingat bahwa angkanya kemungkinan masih akan di bawah level tahun 2024. Artinya, pemulihan di sektor ritel ini masih bertahap.

Libur Karnaval

Oh iya, Ibovespa akan kembali beroperasi pada tanggal 18 Februari setelah libur Karnaval. Waktunya istirahat sejenak dari hiruk pikuk pasar modal dan menikmati suasana pesta! Setelah itu, kira-kira apa yang akan terjadi dengan Ibovespa? Akankah sentimen positif dari Amerika Serikat bisa mengangkat performanya? Ataukah tekanan dari sektor-sektor tertentu masih akan berlanjut? Menarik untuk kita ikuti perkembangannya.