"Ini Ekonomi Saya!" Klaim Trump di Tengah Keraguan Publik

Presiden Donald Trump dengan percaya diri menyatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat saat ini adalah "ekonomi Trump". Pernyataan ini muncul dalam sebuah wawancara yang disiarkan saat Super Bowl, ketika Trump menjawab pertanyaan tentang sejauh mana pengaruhnya terhadap kondisi ekonomi negara. "Saya kira, kita sudah sampai di sana sekarang," jawabnya, "Saya sangat bangga akan hal itu."

Tapi, apakah klaim ini benar-benar mencerminkan realita di lapangan? Atau, jangan-jangan ini sekadar bualan politik menjelang pemilihan paruh waktu?

Faktanya, klaim Trump ini muncul di saat mayoritas warga Amerika belum merasa puas dengan kondisi ekonomi. Survei menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap penanganan ekonomi oleh Trump masih rendah. Ingat, dalam pemilihan tahun lalu, Demokrat di beberapa negara bagian berhasil meraih kemenangan dengan menyoroti isu "keterjangkauan" biaya hidup. Apakah ini pertanda bahwa ekonomi masih menjadi perhatian utama bagi pemilih?

Menyalahkan Pendahulu dan Menjanjikan Pertumbuhan Fantastis

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyalahkan pendahulunya, Presiden Joe Biden, atas harga kebutuhan pokok yang masih tinggi. "Mereka (Demokrat) yang menyebabkan masalah ini. Saya mengambil alih kekacauan dalam segala hal," ujarnya.

Yang menarik, Trump juga mengklaim bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) telah tumbuh sebesar 5,6% di bawah kepemimpinannya. Namun, data resmi pemerintah sendiri menunjukkan angka yang berbeda. Departemen Tenaga Kerja mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2025 berada di angka 4,4%. Bahkan, sejak tahun 2021, pertumbuhan ekonomi belum pernah mencapai angka 5% dalam satu kuartal pun.

Jadi, dari mana angka 5,6% itu berasal?

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, Trump merujuk pada proyeksi Atlanta Fed, yang memang sempat mencapai angka 5,4%. Tapi, tetap saja, ada perbedaan yang signifikan antara proyeksi dan data aktual.

Trump bahkan berani menjanjikan pertumbuhan yang lebih baik di tahun 2026. "Saya pikir '26 akan lebih baik lagi," katanya. Ia juga mengklaim bahwa triliunan dolar sedang diinvestasikan di Amerika Serikat, dengan pembangunan pabrik dan bisnis di seluruh negeri.

Nah, bicara soal investasi, ini menarik. Trump memang berhasil menarik investasi asing ke AS, tapi angka yang ia sebutkan, yaitu $18 triliun, terkesan terlalu tinggi. Bahkan situs web Gedung Putih sendiri mencatat angka yang lebih rendah, yaitu $9,6 triliun. Dan beberapa pihak menilai angka ini pun masih digelembungkan.

Janji Investasi yang Belum Terwujud?

Lalu, kapan pabrik dan pabrik yang dijanjikan itu akan mulai beroperasi? Llamas menanyakan hal ini langsung kepada Trump, mengingat masa jabatannya akan berakhir pada Januari 2029.

"Oh, ya," jawab Trump. "Mereka akan mulai beroperasi dalam satu atau satu setengah tahun ke depan, ya."

Namun, kita tahu bahwa janji politik seringkali lebih mudah diucapkan daripada ditepati. Apakah investasi-investasi ini benar-benar akan terwujud sesuai dengan jadwal yang dijanjikan? Waktu yang akan menjawab.

Tentu saja, dalam dunia ekonomi, ada banyak faktor yang memengaruhi kinerja suatu negara. Kebijakan pemerintah, kondisi global, dan sentimen pasar, semuanya berperan penting. Bagi para pelaku pasar, memahami dinamika ekonomi ini sangat krusial, terutama jika mereka aktif dalam trading dan investasi. Platform seperti Broker InstaForex dapat menyediakan akses ke berbagai pasar keuangan, memungkinkan para trader untuk mengambil peluang dari perubahan ekonomi ini.

Mengakui Keberhasilan, Menyalahkan Kegagalan?

Sebelumnya, pada bulan Mei, Trump pernah mengatakan bahwa "bagian baik" dari ekonomi adalah hasil karyanya, sementara "bagian buruk" adalah tanggung jawab Biden. Apakah ini cara untuk memisahkan diri dari potensi kegagalan?

Yang jelas, klaim Trump tentang "ekonomi Trump" ini memicu perdebatan dan keraguan. Data ekonomi yang tidak sesuai dengan klaimnya, ditambah dengan sentimen negatif dari sebagian besar warga Amerika, membuat klaim ini sulit diterima begitu saja.

Apakah ini benar-benar "ekonomi Trump"? Atau, ini hanya sekadar klaim politik yang bertujuan untuk meningkatkan popularitas menjelang pemilihan? Hanya waktu yang akan membuktikan.