Krisis Bahan Bakar di Kuba: Dampaknya Meluas Hingga Pariwisata dan Kehidupan Sehari-hari

Kabar buruk datang dari Kuba. Negara kepulauan ini sedang menghadapi krisis bahan bakar yang cukup parah, dan dampaknya terasa hingga ke berbagai sektor. Pemerintah Kuba bahkan sudah mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan bahwa pasokan bahan bakar untuk pesawat di sana sedang menipis. Bayangkan, pesawat yang biasanya mengisi bahan bakar di Kuba, sekarang harus mencari alternatif lain.

Peringatan ini bukan isapan jempol belaka. Pemerintah Kuba secara resmi mengumumkan bahwa ketersediaan bahan bakar jet akan sangat terbatas di sembilan bandara di seluruh pulau, termasuk bandara internasional José Martí di Havana. Pembatasan ini berlaku mulai hari Selasa dan diperkirakan akan berlangsung hingga 11 Maret. Situasi ini tentu membuat pusing banyak pihak, terutama maskapai penerbangan yang memiliki rute panjang ke Kuba.

Akar Masalah: Tekanan Politik dan Sanksi AS

Lantas, apa yang menyebabkan krisis ini? Ternyata, tekanan politik dari Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump punya andil besar. Kebijakan-kebijakan Trump di Amerika Latin, khususnya sanksi ekonomi, telah memutus akses Kuba ke sumber minyak utamanya di Venezuela dan Meksiko. Trump bahkan menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif pada barang-barang dari negara yang menjual atau menyediakan minyak ke Kuba. Kebijakan ini semakin memperparah kondisi negara yang memang sudah lama berjuang dengan masalah energi.

Mungkin kamu bertanya, apa dampaknya bagi maskapai penerbangan? Untuk penerbangan regional yang lebih pendek, mungkin tidak terlalu terasa. Tapi, untuk rute jarak jauh dari negara seperti Rusia dan Kanada, situasinya menjadi rumit. Penerbangan-penerbangan ini sangat bergantung pada pengisian bahan bakar di Kuba. Akibatnya, beberapa maskapai terpaksa mengambil langkah ekstrem. Air Canada, misalnya, sudah mengumumkan penangguhan penerbangan ke Kuba. Maskapai lain mengalami penundaan dan harus melakukan transit di Republik Dominika sebelum melanjutkan penerbangan ke Havana.

Seorang pilot bahkan mengatakan bahwa meskipun masalah pengisian bahan bakar pernah terjadi sebelumnya, pengumuman resmi dengan skala sebesar ini sangat luar biasa, bahkan untuk pulau yang terbiasa dengan krisis. Terakhir kali pemotongan serupa terjadi, lebih dari satu dekade lalu, pesawat yang menuju Eropa mengisi bahan bakar di Nassau, Bahama. Sekarang, maskapai penerbangan regional dapat menghindari masalah dengan membawa bahan bakar ekstra, sementara yang lain dapat mengisi bahan bakar di Cancun, Meksiko, atau di Republik Dominika.

Pariwisata Terpukul, Kehidupan Sehari-hari Terganggu

Krisis bahan bakar ini jelas merupakan pukulan telak bagi Kuba, yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Dulu, industri ini menghasilkan pendapatan tahunan sebesar $3 miliar dan menjadi sumber pendapatan yang vital. Sekarang, dengan krisis ini, pendapatan tersebut terancam merosot.

Selain pariwisata, kehidupan sehari-hari masyarakat Kuba juga terganggu. Pemerintah juga mengumumkan bahwa jam buka bank telah dikurangi dan acara budaya ditangguhkan. Di Havana, sistem bus umum praktis berhenti beroperasi, membuat warga terlantar karena pemadaman listrik dan antrean bahan bakar yang melelahkan mencapai titik puncak.

Krisis energi ini telah memaksa penangguhan acara-acara besar seperti Pameran Buku Internasional Havana dan penataan ulang musim bisbol nasional untuk efisiensi yang lebih besar. Beberapa bank telah memangkas jam operasional dan perusahaan distribusi bahan bakar mengatakan mereka tidak lagi menjual bensin dalam peso Kuba — dan penjualan akan dilakukan dalam dolar dan dibatasi hingga 20 liter per pengguna. Langkah-langkah terbaru ini menambah langkah-langkah lain yang diumumkan pada hari Jumat, termasuk pemotongan transportasi bus dan keberangkatan kereta api terbatas.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel bahkan menyampaikan pidato selama dua jam di televisi, mengakui dampak krisis ini dan memperingatkan bahwa langkah-langkah akan diambil dalam beberapa hari mendatang.

Mengenang Masa Lalu: "Periode Khusus"

Sanksi AS terhadap Kuba sebenarnya sudah berlangsung lebih dari enam dekade dan telah lama menghambat ekonomi Kuba. Namun, sanksi ini mencapai titik ekstrem baru setelah operasi militer AS menggulingkan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dan Trump mulai mengambil nada yang lebih konfrontatif terhadap Amerika Latin.

Bagi banyak warga Kuba, krisis ini telah menyebabkan pemadaman listrik hingga 10 jam, kekurangan bahan bakar untuk kendaraan, dan kekurangan makanan atau obat-obatan. Kondisi ini mengingatkan mereka pada depresi ekonomi parah pada tahun 1990-an yang dikenal sebagai "Periode Khusus" setelah pemotongan bantuan dari Uni Soviet saat itu.

Situasi di Kuba saat ini benar-benar memprihatinkan. Apakah Kuba akan mampu melewati krisis ini? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun, satu hal yang pasti, dampak dari krisis ini akan terasa dalam jangka panjang bagi masyarakat Kuba. Bagi mereka yang tertarik dengan trading dan investasi, situasi seperti ini bisa jadi peluang, tetapi juga perlu diingat bahwa risiko selalu ada. Platform seperti Broker InstaForex bisa menyediakan akses ke pasar global, tetapi riset dan analisis yang cermat tetap kunci utama.