Kunjungan Mendadak ke Markas Federal Reserve: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bayangkan, tiba-tiba ada tamu tak diundang datang ke kantor kamu, mengaku ingin "tur" dan "memeriksa kemajuan" proyek renovasi yang sudah berjalan bertahun-tahun. Aneh, kan? Itulah yang terjadi di markas Federal Reserve (The Fed) di Washington, D.C. pada hari Selasa lalu. Jaksa dari kantor Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk Washington, D.C., muncul tanpa pemberitahuan.

Menurut email yang dilihat oleh NBC News, tiga pejabat dari kantor Pirro datang ke lokasi konstruksi markas The Fed dan meminta "tur". Mereka juga mengatakan ingin "memeriksa kemajuan" renovasi gedung bersejarah The Fed yang menghadap National Mall. Robert Hur, penasihat hukum The Fed, mengonfirmasi bahwa para penyelidik tersebut ditolak masuk.

Investigasi yang Mulai Kehilangan Arah?

Kunjungan mendadak ini terjadi di tengah investigasi yang dilakukan kantor Pirro terhadap kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell di Kongres tahun lalu. Kesaksian tersebut terkait proyek renovasi The Fed. Ironisnya, investigasi ini justru terlihat kehilangan momentum.

Ingatkah kamu di bulan Januari lalu, ketika Powell mengumumkan bahwa The Fed telah menerima panggilan pengadilan? Powell saat itu menyatakan kekhawatirannya bahwa ancaman tuntutan pidana mungkin muncul karena The Fed menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik mereka untuk kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi presiden.

Hakim James Boasberg, Kepala Hakim Pengadilan Distrik AS untuk Washington, D.C., sependapat dengan Powell. Pada 13 Maret, Hakim Boasberg memblokir panggilan pengadilan yang diajukan oleh kantor Pirro, dengan alasan bahwa "Pemerintah pada dasarnya tidak menghasilkan bukti yang mencurigakan Ketua Powell melakukan kejahatan."

Hur pun menekankan putusan Boasberg dalam emailnya. Ia bahkan menyebut minat kantor Pirro terhadap proyek renovasi The Fed sebagai "pretekstual".

Penolakan dan Sindiran

Kantor Pirro sendiri sudah mencoba untuk menghidupkan kembali panggilan pengadilan yang dibatalkan, namun gagal. Mereka sebenarnya masih memiliki opsi untuk mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi, tetapi sampai sekarang belum melakukannya.

Pirro sendiri memberikan tanggapan bahwa inspeksi terhadap proyek renovasi tersebut dibenarkan, terlepas dari putusan hakim. Ia berargumen bahwa "Setiap proyek konstruksi yang mengalami pembengkakan biaya hingga hampir 80% dari anggaran awal konstruksi layak untuk ditinjau secara serius." Pertanyaannya, apakah orang-orang ini benar-benar kompeten mengelola kebijakan moneter AS?

Implikasi Politik dan Nominasi Kontroversial

Kunjungan ini semakin memperumit proses konfirmasi Senat untuk Kevin Warsh, calon pengganti Powell yang dinominasikan oleh Presiden Donald Trump. Senator Thom Tillis dari North Carolina bahkan menyatakan tidak akan memberikan suara untuk memajukan nominasi Warsh dari Komite Perbankan Senat sampai Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikannya terhadap Powell dan renovasi tersebut.

Kebetulan atau tidak, tim Pirro mengunjungi markas The Fed pada hari yang sama ketika Komite Perbankan mengumumkan tanggal sidang konfirmasi Warsh. Ketua komite, Senator Tim Scott, menyatakan keyakinannya bahwa Departemen Kehakiman akan segera menyelesaikan masalah ini.

Namun, Trump malah menyatakan keinginannya agar penyelidikan dilanjutkan, dan bahkan mengindikasikan adanya motif lain selain menemukan kesalahan pidana. Trump menyebut penyelidikan ini sebagai "penyelidikan ketidakkompetenan", yang menurutnya lebih menonjol daripada korupsi.

Trump juga mengklaim bahwa Powell "mengepalai" proyek renovasi. Padahal, proyek tersebut pertama kali disetujui oleh dewan The Fed pada tahun 2017, setahun sebelum Powell menjabat sebagai ketua. Kantor Inspektur Jenderal Federal Reserve sendiri telah meninjau proyek ini setidaknya dua kali dan tidak menemukan adanya pelanggaran.

Sampai saat ini, pemungutan suara konfirmasi Warsh masih diblokir. Tillis merasa frustrasi karena seseorang di Departemen Kehakiman mencoba menjilat seseorang di Gedung Putih dengan melakukan investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Ia tidak ingin "menghargai perilaku buruk" dan akan memberikan suara untuk Kevin Warsh jika penyelidikan dihentikan.

Analogi dari Senator Tillis

Sebagai penutup, Senator Tillis bahkan mengunggah foto The Three Stooges (trio komedian terkenal dengan kekonyolan mereka) di media sosial dengan keterangan "Kantor Kejaksaan AS untuk D.C. di tempat kejadian perkara." Cukup menggelitik, bukan?

Situasi ini mengingatkan kita bahwa dunia keuangan dan politik seringkali berjalan beriringan. Kita sebagai trader atau investor perlu memahami dinamika ini, karena keputusan kebijakan moneter – yang dipengaruhi oleh orang-orang seperti Powell atau calon penggantinya – bisa berdampak signifikan pada pasar. Platform seperti Broker InstaForex menyediakan akses ke berbagai instrumen trading yang bisa dipengaruhi oleh berita-berita seperti ini. Dengan informasi yang tepat dan analisis yang cermat, kita bisa mengambil keputusan investasi yang lebih baik.