Perak Melambung Tinggi: Antara Safe Haven dan Kebutuhan Industri
Perak tiba-tiba melesat lebih dari 5% di hari Jumat kemarin, menyentuh level di dekat $82 per ounce. Apa yang bikin logam mulia ini jadi primadona? Rupanya, ada beberapa faktor yang bermain di sini. Salah satunya adalah melemahnya dolar AS. Kok bisa?
Begini ceritanya. Ada putusan Mahkamah Agung yang menentang tarif global. Nah, keputusan ini secara tidak langsung meningkatkan daya tarik perak. Soalnya, perak itu punya dua peran sekaligus: sebagai aset "safe haven" alias tempat berlindung yang aman di masa ketidakpastian, dan sebagai komoditas industri yang penting.
Secara sederhana, kalau dolar AS melemah, investor cenderung mencari aset alternatif yang lebih menarik, dan perak jadi salah satu pilihan favorit. Kita tahu bahwa platform trading seperti Broker InstaForex menyediakan akses ke pasar logam mulia, termasuk perak.
Ketegangan Geopolitik Ikut Memanaskan Harga Perak
Selain melemahnya dolar AS, ada faktor lain yang ikut memicu kenaikan harga perak. Yaitu, meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Kondisi ini bikin investor jadi was-was, sehingga mereka berbondong-bondong mencari aset yang dianggap aman. Ketegangan geopolitik memang selalu bikin pasar bergejolak, dan perak, dengan volatilitasnya yang tinggi, jadi pilihan menarik bagi sebagian investor.
Harga perak semakin menguat setelah pasar mencerna berbagai sinyal ekonomi yang campur aduk. Misalnya, data GDP kuartal keempat yang lebih rendah dari perkiraan, hanya 1,4%. Tapi di sisi lain, core PCE (ukuran inflasi) masih tinggi, di angka 3%. Ini bikin Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, jadi bingung. Mau lanjut menaikkan suku bunga atau tidak?
Risalah pertemuan FOMC (komite kebijakan moneter The Fed) juga menunjukkan adanya perpecahan pendapat di antara para anggota komite. Ada yang pengen tetap agresif menaikkan suku bunga, ada juga yang lebih hati-hati. Ketidakpastian ini juga ikut memengaruhi sentimen pasar dan mendorong harga perak naik.
Momentum Baru dari Pasar Global
Sempat terjadi aksi spekulasi yang berlebihan dan likuiditas yang tipis saat libur Tahun Baru Imlek. Tapi sekarang, dengan dibukanya kembali pasar global, ada partisipasi baru yang memberikan momentum segar bagi perak.
Secara teknikal, harga perak berhasil bertahan di atas level $80. Ini menunjukkan bahwa perak sedang membangun basis yang lebih kuat. Posisi perak memang unik, karena dia punya dua peran sekaligus: sebagai lindung nilai di masa krisis, dan sebagai bahan baku penting untuk berbagai aplikasi industri, seperti panel surya dan teknologi terkait AI.
Jadi, bayangkan betapa pentingnya perak di era modern ini. Dari energi terbarukan sampai kecerdasan buatan, perak punya peran yang krusial. Nggak heran kalau permintaannya terus meningkat dari waktu ke waktu.
Di tengah kondisi ekonomi yang mulai melambat, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, dan FOMC yang terpecah, perak sekarang berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan yang signifikan. Apakah tren ini akan berlanjut? Kita lihat saja nanti. Yang jelas, perak tetap menjadi aset yang menarik untuk diperhatikan, terutama bagi mereka yang mencari diversifikasi portofolio atau ingin memanfaatkan peluang di pasar komoditas. Tentu saja, jangan lupa bahwa platform seperti Broker InstaForex menyediakan akses untuk trading perak.