Emas Mendekati Rekor Tertinggi karena Risiko Inflasi Meningkat
Harga Emas Tetap Tinggi Didukung Inflasi dan Ketegangan Geopolitik
Emas tetap berada di dekat level rekor yang tercapai pada sesi sebelumnya pada hari Rabu, didukung oleh kombinasi risiko inflasi dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Harga spot emas sedikit berubah pada $2.351,94 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi $2.365,09 pada hari Selasa.
Pemicu Peningkatan Harga Emas
Menurut Soni Kumari, ahli strategi komoditas ANZ, emas tengah menyimpang dari pendorong utamanya. Ketegangan geopolitik membuat bank sentral di pasar negara berkembang menimbun emas untuk mendiversifikasi risiko. Volatilitas mata uang Tiongkok dan munculnya risiko inflasi juga menjadi faktor pendorong harga saat ini.
Pembelian kuat oleh bank sentral, arus masuk safe-haven di tengah meningkatnya risiko geopolitik, dan permintaan dari dana yang mengikuti momentum telah mendorong kenaikan 14% emas sepanjang tahun ini.
Laporan CPI dan Notulensi Fed Dinantikan
Laporan indeks harga konsumen (CPI) AS untuk bulan Maret yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT diperkirakan menunjukkan bahwa CPI tahun ke tahun naik menjadi 3,4%, sementara CPI inti terlihat melambat menjadi 3,7%, menurut jajak pendapat Reuters.
Pasar juga menantikan notulensi dari rapat Fed bulan Maret yang akan dirilis pada pukul 18:00 GMT. Fed mempertahankan suku bunga tetap pada kisaran 5,25%-5,50% bulan lalu, dan mengindikasikan bahwa mereka masih memperkirakan akan memotongnya sebesar 75 basis poin pada akhir tahun 2024.
Prospek Logam Lainnya
Emas spot sedikit berubah pada $28,15 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak Juni 2021 pada hari Selasa. Perak diperkirakan akan mengungguli emas tahun ini, dengan permintaan investasi yang sebelumnya tertinggal akan meningkat dan memicu kenaikan harga.
Platinum turun tipis 0,1% menjadi $978,50 dan paladium turun 0,2% menjadi $1.090,78.