Gambaran Suram Pasar Kerja AS: Hanya 50 Ribu Pekerjaan Baru di Bulan Desember
Kabar baik atau buruk? Ekonomi Amerika Serikat ternyata hanya menambahkan 50 ribu pekerjaan di bulan Desember. Kalau dibilang ini akhir yang manis untuk tahun kemarin, sepertinya kurang tepat ya. Soalnya, ini jadi tahun terburuk dalam hal perekrutan tenaga kerja sejak 2020, waktu pandemi Covid-19 bikin ekonomi global nyaris lumpuh.
Bahkan, kalau kita nggak menghitung tahun 2020, tahun lalu jadi yang terburuk sejak krisis finansial global 2009. Cuma 584 ribu pekerjaan yang tercipta di 2025. Jauh banget di bawah 2 juta lebih yang berhasil diraih di masing-masing dua tahun sebelumnya, apalagi kalau dibandingkan dengan 4 juta lebih di 2022, yang jadi puncak pemulihan pasca-pandemi. Selama tahun lalu, rata-rata penambahan pekerjaan cuma sekitar 48 ribu per bulan setelah direvisi.
Penyebab Perlambatan: Lebih dari Sekadar Ekonomi
Sebenarnya, perlambatan ini nggak sepenuhnya bikin kaget. Salah satu faktornya adalah penurunan drastis jumlah pegawai pemerintah di 2025, terutama di bulan Oktober. Puluhan ribu pegawai federal kehilangan pekerjaan akibat efisiensi ala Elon Musk di Departemen Efisiensi Pemerintah. Kebijakan imigrasi yang ketat dari pemerintahan Donald Trump juga bikin banyak perusahaan lebih hati-hati dalam merekrut tenaga kerja asing. Padahal, ekonom bilang peningkatan imigrasi beberapa tahun belakangan ini justru bantu mengatasi kekurangan tenaga kerja di AS dan mendukung pasar kerja secara keseluruhan.
Beberapa bulan sebelum laporan ini keluar, pasar kerja emang kayak diselimuti kabut. Data resmi terlambat rilis karena shutdown pemerintah AS terlama sepanjang sejarah. Walaupun sebagian besar perusahaan, kecuali beberapa nama besar, nggak melakukan PHK besar-besaran, orang yang lagi cari kerja bakal lebih susah dapat posisi dibandingkan tahun lalu. Pasar kerja yang melambat juga bikin pekerja mikir dua kali buat pindah kerja.
Angka Pengangguran: Penurunan Semu?
Tingkat pengangguran, yang trennya naik selama beberapa bulan, malah turun jadi 4,4% di bulan Desember. Tapi, jangan senang dulu. Penurunan ini sebagian besar karena penyesuaian yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), jadi penurunan yang sebenarnya nggak sebesar yang terlihat di permukaan.
Data pertumbuhan pekerjaan di bulan Oktober dan November juga direvisi turun secara signifikan. Awalnya, BLS bilang ekonomi kehilangan 105 ribu pekerjaan di Oktober, tapi sekarang angkanya jadi 173 ribu. November juga sama, dari kenaikan 64 ribu direvisi jadi cuma 56 ribu.
Eric Merlis, co-head of global markets di Citizens, bilang laporan pekerjaan ini "bukan Desember yang patut dikenang". Dia juga bilang tingkat pengangguran dan ukuran tenaga kerja yang lebih luas menunjukkan sedikit pergerakan di Desember, yang menandakan pasar kerja stabil walaupun pertumbuhannya lambat. Kita bisa melihat pergerakan ini dan melakukan analisa di platform trading seperti Broker InstaForex, yang bisa bantu kita melihat peluang yang ada di tengah situasi ini.
Sektor yang Tumbuh dan Menyusut
Penambahan pekerjaan di bulan Desember sebagian besar didorong oleh sektor jasa makanan, layanan kesehatan, dan bantuan sosial, menurut Departemen Tenaga Kerja. Sementara itu, sektor perdagangan ritel dan manufaktur mengalami penurunan.
Upah: Sinyal untuk The Fed?
Data upah menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per jam mencapai $37,02 di bulan Desember, naik 3,8% dari tahun sebelumnya. Data upah ini diawasi ketat sebagai ukuran ketatnya pasar tenaga kerja dan sinyal penting untuk tekanan inflasi, terutama karena Federal Reserve terus mempertimbangkan penurunan suku bunga di masa depan. Kita bisa lihat dampaknya ke berbagai instrumen investasi. Platform seperti Broker InstaForex menyediakan tools untuk analisa dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Sebelum laporan ini keluar, arah pasar kerja memang nggak jelas. Wall Street memperkirakan ada penambahan 73 ribu pekerjaan di bulan lalu dan sedikit penurunan tingkat pengangguran jadi 4,5%, menurut ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.
Layoff: Lebih Sedikit, Tapi Tetap Ada
Perusahaan pencari eksekutif, Challenger, Gray & Christmas, bilang ada separuh dari pengumuman PHK di bulan Desember dibandingkan November, dan turun 8% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran lebih rendah dari perkiraan untuk minggu yang berakhir 3 Januari, yang jadi sinyal positif karena ekonom terus mencari bukti bahwa pasar kerja mendingin, tapi nggak sampai jebol. Apakah ini kesempatan untuk melakukan investasi jangka panjang?
Jadi, gimana menurutmu? Apakah ini pertanda ekonomi AS bakal menghadapi tantangan lebih besar di tahun ini, atau cuma sedikit guncangan sebelum kembali pulih? Yang jelas, kita perlu terus memantau data dan perkembangan pasar kerja untuk bisa mengambil keputusan yang tepat, baik dalam karier maupun investasi.