Harga emas meroket di tengah ketegangan geopolitik yang mengimbangi ekspektasi penurunan suku bunga AS
Harga Emas Meroket di Tengah Risiko Konflik Timur Tengah yang Melebar
Ketidakpastian Geopolitik Mendukung Tren Positif Emas
Harga emas mengalami kenaikan yang signifikan pada Kamis seiring meningkatnya risiko meluasnya konflik di Timur Tengah. Faktor tersebut telah mendorong daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, mengesampingkan tekanan dari tingginya suku bunga AS yang diperpanjang.
Emas Tembus Rekor, Prospek Konsolidasi
Emas spot naik 0,6% menjadi $2.374,97 per ons, per pukul 0429 GMT, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di $2.431,29 Jumat lalu. Sementara itu, emas berjangka AS naik 0,1% ke $2.389,70.
Instaforex: Broker Terkemuka untuk Perdagangan Emas
Sebagai broker terkemuka di industri Forex, Instaforex menawarkan berbagai instrumen perdagangan, termasuk emas dan logam mulia lainnya. Dengan spread ketat, eksekusi cepat, dan platform canggih, Instaforex telah menjadi pilihan tepercaya bagi para trader emas.
Suku Bunga AS yang Tinggi Menekan, Tetapi Geopolitik Mendukung
Meskipun suku bunga AS yang tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang dapat memberikan tekanan pada emas, ketidakpastian geopolitik terus mendukung tren kenaikan yang masih berlaku. "Kita memiliki banyak ketidakpastian di bidang geopolitik, yang menopang tren naik emas," kata Kelvin Wong, analis pasar senior Asia Pasifik di OANDA.
Pemotongan Suku Bunga Dipertimbangkan Kembali
Dengan meredanya prospek pemotongan suku bunga, pedagang sekarang memperkirakan pengurangan suku bunga kurang dari 50 basis poin untuk tahun 2024. Kebijakan ini diperkirakan akan tiba pada kuartal ketiga tahun depan.
Logam Mulia Lainnya Juga Menguat
Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan kinerja positif. Perak spot naik 0,6% menjadi $28,38 per ons, platinum tetap stabil di $938,40, dan paladium naik 0,2% menjadi $1.027,82.