Harga gas alam di Amerika Serikat melonjak tajam, naik 7% hingga mencapai $4.10 per MMBtu (Million British thermal units) pada hari Jumat. Apa yang menyebabkan lonjakan harga yang cukup signifikan ini?

Pendorong Kenaikan Harga Gas Alam

Penyebab utamanya adalah peningkatan aliran gas ke fasilitas ekspor LNG (Liquefied Natural Gas). Singkatnya, permintaan gas alam dalam bentuk cair untuk diekspor sedang tinggi. Ini termasuk antisipasi pengaktifan kembali salah satu jalur pencairan gas di Freeport LNG, Texas. Bisa dibilang, Freeport LNG kembali beroperasi penuh turut menjadi sentimen positif.

Level feedgas LNG (gas yang digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan LNG) juga diperkirakan akan terus meningkat selama empat hari berturut-turut, mencapai 17.9 miliar kaki kubik per hari (bcfd). Sebagai gambaran, angka ini melonjak signifikan dari titik terendah dalam setahun terakhir, yaitu 11.5 bcfd, yang terjadi akibat gangguan badai musim dingin beberapa waktu lalu.

Menariknya, kenaikan harga ini terjadi meskipun ada prediksi cuaca yang lebih hangat dan penurunan permintaan pemanas ruangan dalam beberapa minggu mendatang. Selain itu, produksi gas AS juga sudah mulai pulih dari sumur-sumur yang sempat membeku akibat cuaca ekstrem. Jadi, kenapa harga tetap naik?

Cuaca dan Produksi Gas

Bicara soal produksi, di bulan Januari, rata-rata produksi di 48 negara bagian dataran rendah AS (Lower 48) memang sempat turun menjadi 106.2 bcfd. Padahal, di bulan Desember, rekor produksi sempat menyentuh angka 109.7 bcfd. Namun, data harian menunjukkan tren yang positif. Output harian terus meningkat selama lima hari berturut-turut, mencapai 105.7 bcfd setelah sempat anjlok ke titik terendah dalam dua tahun terakhir, yaitu 92.5 bcfd pada hari Minggu.

Artinya, meskipun sempat terganggu, produksi gas alam AS secara umum masih cukup stabil. Faktor cuaca memang memainkan peran penting. Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa kondisi yang lebih dingin dari biasanya akan terus berlanjut hingga 14 Februari. Dinginnya cuaca tentu saja meningkatkan permintaan gas untuk pemanas ruangan.

Peluang Trading Gas Alam

Bagi para trader, fluktuasi harga gas alam seperti ini tentu saja membuka peluang. Dengan volatilitas yang cukup tinggi, potensi keuntungan (dan juga risiko) dalam trading gas alam juga semakin besar. Platform trading seperti Broker InstaForex bisa memberikan akses ke pasar gas alam ini, memungkinkan Anda untuk memanfaatkan pergerakan harga yang terjadi. Tentu saja, sebelum terjun ke trading, penting untuk melakukan riset dan memahami risiko yang terlibat.

Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar

Secara teknikal, kenaikan harga gas alam ini bisa jadi merupakan rebound setelah mengalami penurunan yang cukup signifikan di bulan Desember. Sentimen pasar juga tampaknya sedang positif, didorong oleh ekspektasi peningkatan ekspor LNG.

Performa Januari dan Desember

Harga futures gas alam diperkirakan akan mencatatkan kenaikan sebesar 14% di bulan Januari. Ini merupakan pembalikan yang cukup signifikan setelah mengalami penurunan sebesar 23% di bulan sebelumnya. Apakah tren positif ini akan terus berlanjut? Kita lihat saja nanti.

Jadi, secara keseluruhan, kenaikan harga gas alam saat ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari peningkatan permintaan ekspor LNG, pemulihan produksi, hingga kondisi cuaca yang lebih dingin dari biasanya. Bagi Anda yang tertarik dengan pasar energi, fenomena ini tentu saja menarik untuk diamati lebih lanjut. Jangan lupa, selalu lakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.