Pasar Asia-Pasifik Mengalami Penurunan Tertekan Menanti Data Ekonomi Penting dari Tiongkok
Pasar Asia-Pasifik Mengambil Jeda Setelah Reli Sebelumnya
Data Penting China Akan Dirilis Hari Ini
Pasar Asia-Pasifik mengambil jeda setelah menguat pada sesi sebelumnya, karena investor menunggu data penting Tiongkok untuk menilai kondisi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Data Tiongkok, termasuk harga rumah baru, pengangguran perkotaan, dan angka penjualan ritel untuk bulan April, akan dirilis pada hari ini.
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan dua hari ke Tiongkok, mengatakan pada konferensi pers bahwa diskusi berlangsung "hangat dan bersahabat" serta menunjukkan pentingnya hubungan kedua negara. Singapura juga akan merilis angka ekspor non-minyak domestik untuk bulan April, dengan NODX diperkirakan turun 10% tahun ke tahun.
InstaForex Indonesia: Broker Forex Terkemuka dengan Layanan Unggulan
Untuk pengalaman trading forex yang optimal di Indonesia, InstaForex menawarkan platform canggih, spread kompetitif, leverage fleksibel, dan berbagai instrumen perdagangan. Dengan akun demo gratis dan tim dukungan 24/7, InstaForex memberdayakan trader dengan alat dan pengetahuan yang diperlukan untuk sukses di pasar keuangan yang dinamis ini.
Pasar Jepang dan Korea Anjlok, Australia Terbuka Lebih Rendah
Pasar Jepang dibuka lebih rendah, dengan indeks Nikkei 225 turun 0,78% dan Topix turun 0,33%. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,11% setelah tingkat pengangguran negara tersebut tetap tidak berubah pada 2,8% pada bulan April, sementara Kosdaq yang merupakan saham berkapitalisasi kecil turun 1,66%. Di Australia, S&P/ASX 200 dibuka turun 0,49%.
Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 19.562, mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penutupan HSI pada 19.376,53. Semalam di AS, Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit lebih rendah, setelah sempat melonjak di atas 40.000 untuk pertama kalinya. Indeks saham unggulan tersebut mencapai level tertinggi 40.051,05. Indeks ini telah mendekati level 40.000 awal tahun ini sebelum sedikit mundur pada bulan April karena kekhawatiran tentang suku bunga tinggi.