Pasar Asia-Pasifik Menguat Setelah The Fed Menahan Suku Bunga dan Mengubah Dot Plot

Pasar Asia-Pasifik Menguat Setelah The Fed Menahan Suku Bunga dan Mengubah Dot Plot

Perubahan Proyeksi Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Dampaknya di Bursa Asia

Proyeksi Kenaikan Suku Bunga The Fed

The Fed hanya memproyeksikan satu penurunan suku bunga tahun ini, turun dari sebelumnya tiga, namun menaikkan jumlah total penurunan suku bunga yang diproyeksikan menjadi 4 pada tahun 2025. Perubahan ini didasarkan pada evaluasi perkembangan ekonomi terbaru.

Reaksi Bursa Asia

Pasar Asia mengikuti kenaikan di Wall Street setelah keputusan The Fed. Semua pasar utama di Asia-Pasifik naik pada hari Kamis setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga Federal Funds pada 5,25% hingga 5,5%. Perubahan proyeksi suku bunga ini memicu optimisme di kalangan investor.

Kinerja Pasar Asia-Pasifik

Di Asia-Pasifik, Kospi Korea Selatan memimpin kenaikan, melonjak 1,39% dan melanjutkan tren positif selama tiga hari berturut-turut. Kosdaq, indeks saham berkapitalisasi kecil, juga naik 0,6%. Nikkei 225 Jepang naik 0,56%, sementara Topix yang lebih luas mengalami sedikit penurunan. S&P/ASX 200 Australia naik 0,8%, pulih dari kerugian dua hari sebelumnya.

Sentimen Investor dan Prospek Inflasi

Dalam pernyataannya setelah pertemuan, The Fed menyatakan bahwa "inflasi telah mereda selama setahun terakhir tetapi tetap tinggi." Pernyataan ini senada dengan pernyataan sebelumnya. Namun, pernyataan terbaru juga mengindikasikan "kemajuan moderat lebih lanjut menuju target inflasi 2% dari Komite." Sebelumnya, bahasa yang digunakan menyebutkan "kurangnya kemajuan lebih lanjut" dalam inflasi. Sementara itu, inflasi pada bulan Mei tetap tidak berubah dari April, naik 3,3% secara tahunan dan datar secara bulanan. Di Amerika Serikat, ketiga indeks saham utama naik merespons keputusan The Fed dan data inflasi Mei.