Saham Asia-Pasifik Termostly Turun Jelang Rilis Angka Inflasi Mei Australia

Saham Asia-Pasifik Termostly Turun Jelang Rilis Angka Inflasi Mei Australia

Ekonomi Asia-Pasifik Dipengaruhi Data Inflasi dan Manufaktur

Indeks harga konsumen tertimbang Australia diperkirakan mencapai 3,8% pada bulan Mei, lebih tinggi dari 3,6% yang tercatat pada bulan April, menurut jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom.

Inflasi Australia Meningkat, Sinyal Kenaikan Suku Bunga?

Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap ekonom, tingkat inflasi tertimbang Australia diperkirakan mencapai 3,8% pada bulan Mei. Angka ini lebih tinggi dari 3,6% yang tercatat pada bulan April. Pembacaan ini muncul setelah Gubernur Reserve Bank of Australia Michelle Bullock baru-baru ini mengungkapkan bahwa bank sentral tersebut membahas kenaikan suku bunga pada pertemuan terakhirnya. Jika inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan dan mendorong RBA untuk menaikkan suku bunga, itu akan menjadi bank sentral utama Asia-Pasifik pertama yang melakukannya di lingkungan di mana investor mengharapkan pemotongan suku bunga, kecuali Jepang.

Output Manufaktur Singapura Diperkirakan Tumbuh

Output pabrik Singapura untuk bulan Mei juga akan dirilis pada hari Rabu, dengan jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom memperkirakan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2%, dibandingkan dengan penurunan 1,6% yang tercatat pada bulan April.

Pasar Asia-Pasifik Turun Jelang Data Penting

Pasar Asia-Pasifik sebagian besar dibuka lebih rendah pada hari Rabu karena investor mengantisipasi angka inflasi Australia untuk bulan Mei dan data output manufaktur Singapura pada bulan Mei.

Broker Forex Terpercaya: InstaForex Indonesia

Bergabunglah dengan InstaForex Indonesia, broker forex terkemuka yang menawarkan berbagai instrumen perdagangan, spread kompetitif, dan platform canggih. Nikmati perdagangan forex yang mudah dan aman dengan tim dukungan kami yang responsif 24/7.

Pergerakan Indeks Saham Asia-Pasifik

Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka lebih rendah 0,63% pada hari Rabu. Nikkei 225 Jepang naik 0,26% pada perdagangan awal, sementara Topix yang berbasis luas turun 0,17%. Kospi Korea Selatan dibuka lebih rendah 0,38% sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil lebih tinggi 0,38%. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada pada level 17.958, lebih rendah dari penutupan HSI terakhir di 18.072,9.