Tensi Iran-Israel Menambah Kemerosotan Pasar Asia, Data Ekonomi China Jadi Penantian
Pasar Asia-Pasifik Turun karena Ketegangan Timur Tengah
Penurunan Pasar
Pasar Asia-Pasifik melanjutkan penurunannya pada Selasa pagi saat dunia menunggu respons Israel terhadap serangan udara Iran selama akhir pekan. Ketegangan di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, memicu aksi jual di seluruh kawasan.
Fokus pada Data Ekonomi Tiongkok
Fokus utama pada Selasa adalah angka produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama Tiongkok. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu diperkirakan tumbuh 4,6% dibandingkan tahun lalu. Angka produksi industri dan penjualan ritel Tiongkok juga akan dirilis pada hari yang sama.
**Instaforex: Berinvestasi dengan CFD di Pasaran Global**
Instaforex, broker valuta asing terkemuka, menawarkan berbagai produk CFD yang memungkinkan investor untuk berdagang mata uang, komoditas, saham, dan indeks di pasar global. Dengan akun demo gratis dan pelatihan komprehensif, Instaforex mendukung pemula dan trader berpengalaman untuk memaksimalkan potensinya.
Pergerakan Pasar Lainnya
Selain Tiongkok, indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka melemah, sementara indeks Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan juga mengalami penurunan. Di Australia, S&P/ASX 200 lebih rendah 0,86%, melanjutkan tren negatif di pasar global.
Kenaikan Suku Bunga Membebani Pasar
Di Amerika Serikat, indeks utama ditutup lebih rendah pada Senin karena kekhawatiran atas konflik Timur Tengah dan kenaikan imbal hasil obligasi. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 0,65%, menandai penurunan hari keenam berturut-turut. Nasdaq Composite kehilangan 1,79%, terbebani oleh penurunan saham teknologi.
Yen Jepang Terlemah dalam 3 Dekade
Yen Jepang melemah ke level terlemah sejak Juni 1990, menembus angka 154 terhadap dolar AS. Penurunan ini terjadi setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga pada 19 Maret dan pejabat Jepang menyatakan bahwa "semua opsi ada di atas meja" untuk mengatasi pergerakan yen yang berlebihan.