Trump Mengincar Batas Bunga Kartu Kredit 10%: Mimpi atau Kenyataan?

Ingat janji kampanye Donald Trump dulu? Ternyata, isu itu kembali mencuat. Trump ingin membatasi bunga kartu kredit di angka 10% per tahun. Katanya sih, ini bisa menghemat puluhan miliar dolar bagi rakyat Amerika. Tapi, langkah ini langsung menuai penolakan keras dari industri kartu kredit, yang notabene selama ini cukup mesra dengan mantan presiden tersebut.

Pertanyaannya, bagaimana caranya Trump akan mewujudkan ini? Apakah lewat tindakan eksekutif atau undang-undang? Senator dari Partai Republik, Roger Marshall, mengklaim sudah berbicara dengan Trump dan siap menggodok rancangan undang-undang untuk mendukung inisiatif ini. Targetnya, aturan ini bisa berlaku efektif pada 20 Januari, setahun setelah ia menjabat (andaikata terpilih kembali).

Sudah bisa ditebak, Wall Street dan perusahaan kartu kredit pasti akan melawan habis-habisan. Mereka ini kan, penyumbang dana kampanye yang royal buat Trump di 2024. Mereka juga berkepentingan agar agenda periode kedua Trump bisa berjalan mulus.

"Kita tidak akan lagi membiarkan rakyat Amerika diperas oleh perusahaan kartu kredit yang mengenakan bunga 20 hingga 30%," tulis Trump di platform Truth Social miliknya. Wah, terdengar heroik ya?

Menurut penelitian, jika bunga kartu kredit benar-benar dibatasi 10%, rakyat Amerika bisa hemat sekitar 100 miliar dolar AS per tahun! Industri kartu kredit tentu terpukul, tapi bukan berarti bangkrut. Mereka tetap bisa untung, meski mungkin harus mengurangi imbalan dan fasilitas lainnya.

Bunga Kartu Kredit Sekarang Berapa?

Saat ini, rata-rata bunga kartu kredit di Amerika berkisar antara 19,65% hingga 21,5%. Sumbernya dari Federal Reserve dan lembaga pemantau lainnya. Memang sempat turun sedikit karena bank sentral menurunkan suku bunga acuan, tapi tetap saja angka ini mendekati rekor tertinggi sejak regulator mulai mencatat bunga kartu kredit di pertengahan 1990-an.

Selama ini, pemerintahan Trump dikenal sangat bersahabat dengan industri kartu kredit. Buktinya, saat Capital One mengakuisisi Discover Financial di awal 2025 (yang melahirkan perusahaan kartu kredit terbesar di Amerika), tidak ada penolakan berarti dari Gedung Putih. Badan Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB), yang seharusnya mengawasi dan menindak perusahaan kartu kredit yang nakal, juga praktis tidak berfungsi sejak Trump menjabat.

Reaksi dari Industri Perbankan

Industri perbankan jelas menentang usulan Trump. "Jika diterapkan, pembatasan ini justru akan mendorong konsumen beralih ke alternatif yang kurang teratur dan lebih mahal," kata Asosiasi Bankir Amerika dan kelompok terkait dalam pernyataan bersama.

Gedung Putih sendiri belum memberikan komentar terkait bagaimana Trump akan mewujudkan pembatasan bunga ini, atau apakah dia sudah berbicara dengan perusahaan kartu kredit tentang idenya.

Dukungan dari Politisi

Senator Roger Marshall, yang mengaku sudah berbicara dengan Trump, mengatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk "menurunkan biaya hidup bagi keluarga Amerika dan mengendalikan perusahaan kartu kredit serakah yang selama ini memeras rakyat pekerja keras."

Sebenarnya, sudah ada rancangan undang-undang serupa yang diajukan di Kongres. Senator Bernie Sanders dan Josh Hawley pernah merilis rencana untuk membatasi bunga kartu kredit menjadi 10% selama lima tahun. Mereka berharap janji kampanye Trump bisa menjadi momentum untuk mendorong rancangan mereka.

Menariknya, beberapa jam sebelum postingan Trump, Sanders justru menuduh Trump telah melakukan deregulasi bank-bank besar, yang memungkinkan mereka mengenakan biaya kartu kredit yang lebih tinggi.

Ada juga anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez dan Anna Paulina Luna yang mengajukan rancangan undang-undang serupa. Ocasio-Cortez sering menjadi sasaran politik Trump, sementara Luna adalah sekutu dekatnya.

Apa Artinya Ini Bagi Trader dan Investor?

Nah, kalau kita lihat dari sisi trading dan investasi, kebijakan ini bisa memberikan dampak yang cukup signifikan. Bayangkan, jika perusahaan kartu kredit benar-benar kehilangan sebagian besar pendapatan dari bunga, mereka mungkin akan mengurangi investasi di sektor lain. Ini bisa mempengaruhi harga saham perusahaan-perusahaan tersebut.

Selain itu, kebijakan ini juga bisa mempengaruhi nilai tukar mata uang. Jika ekonomi Amerika dianggap lebih stabil dan adil (karena bunga kartu kredit lebih rendah), investor mungkin akan lebih tertarik untuk berinvestasi di sana. Ini bisa memperkuat nilai tukar dolar AS.

Tentu saja, semua ini masih spekulasi. Kita perlu melihat bagaimana kebijakan ini akan diimplementasikan dan bagaimana pasar akan bereaksi. Tapi, sebagai trader dan investor, penting untuk selalu memantau perkembangan ini dan mempertimbangkan dampaknya terhadap portofolio kita.

Untuk memantau perkembangan pasar dan melakukan analisis, Anda bisa memanfaatkan platform trading yang handal. Platform seperti Broker InstaForex, misalnya, menyediakan akses ke berbagai pasar keuangan, termasuk saham, mata uang, dan komoditas. Dengan informasi yang tepat dan analisis yang cermat, kita bisa mengambil keputusan investasi yang lebih baik. Jadi, pantau terus beritanya dan tetap waspada ya!