Upaya Sabotase Rusia: Paket-Paket yang Meledak di Eropa
Upaya Sabotase Rusia: Paket-Paket yang Meledak di Eropa
Operasi Terselubung dan Jaringan yang Terungkap
Sebuah jaringan sabotase yang diduga dioperasikan oleh Rusia berhasil diungkap, melibatkan tiga paket yang meledak di gudang kurir di Inggris, Jerman, dan Polandia pada musim panas lalu. Investigasi Polandia, yang detailnya baru terungkap sekarang, memberikan gambaran langka tentang bagaimana kampanye sabotase tersebut dilakukan. Paket-paket tersebut, yang berisi kosmetik palsu, bantal pijat, dan mainan seks, menyembunyikan perangkat pembakar buatan sendiri yang berbahaya.
Perangkat ini dibuat dari campuran bahan kimia yang sangat reaktif, termasuk magnesium, dan dipicu oleh detonator yang dimodifikasi dari alat elektronik murah asal China. Kosmetik yang tampak biasa ternyata berisi gel yang mudah terbakar, termasuk nitromethane, yang meningkatkan efek ledakan. "Proses hukum dalam kasus ini berkaitan dengan aktivitas kriminal yang diilhami oleh GRU Rusia," kata seorang sumber yang dekat dengan investigasi Polandia, merujuk pada badan intelijen militer luar negeri Moskow.
Senjata Sederhana, Dampak yang Berbahaya
Bahan-bahan dan alat pemicu yang digunakan mudah ditemukan di pasaran, seperti toko-toko yang menjual pupuk dan kembang api. Meskipun perangkat yang dibuat sederhana dan hanya mampu menyebabkan kebakaran kecil, namun sulit dideteksi. Jaroslaw Stelmach, mantan spesialis pembuangan bom dan konsultan keamanan, menyebutnya sebagai "metode yang sangat murah, efektif, dan sangat anonim untuk menghasilkan alat peledak."
Kode Nama, Telegram, dan Jaringan Lokal
Investigasi Polandia berpusat pada kesaksian dari setidaknya lima tersangka anggota sel sabotase dan temuan intelijen. Pihak berwenang juga menyita paket keempat yang gagal meledak di gudang Warsaw, memungkinkan mereka untuk memeriksa isinya secara utuh. Seorang warga Ukraina, Vladyslav D, diduga berperan penting dalam operasi ini. Ia menerima instruksi melalui Telegram dari seorang handler GRU yang dikenal sebagai "Warrior."
Vladyslav mengambil lebih dari selusin barang dari bagasi mobil di Kaunas, Lithuania, kemudian mengemasnya menjadi empat paket di Vilnius. Ia mengaktifkan mekanisme detonasi yang telah diatur waktunya sebelum menyerahkan paket-paket tersebut kepada seseorang di sebuah taman, menggunakan kata sandi "Mary." Paket-paket tersebut kemudian dikirim dari Vilnius pada 19 Juli 2023.
Ekstradisi dan Penyangkalan
Vladyslav ditangkap di Polandia pada awal Agustus dan didakwa melakukan tindakan terorisme atas nama intelijen Rusia. Pengadilan Warsaw memperpanjang penahanannya hingga Mei. Ia membantah semua tuduhan dan memberikan "penjelasan luas" atas tindakannya, meskipun detailnya dirahasiakan karena kerahasiaan investigasi. Sementara itu, Alexander B, seorang warga negara Rusia, diduga berperan dalam mempersiapkan serangan terhadap pesawat kargo yang menuju Amerika Utara dengan mengirimkan paket sepatu dan pakaian dari Warsaw ke Washington dan Ottawa untuk mengumpulkan informasi tentang metode dan waktu pemrosesan paket. Alexander diekstradisi dari Bosnia ke Polandia setelah menolak tuduhan tersebut.
Respons Kremlin dan Ancaman yang Berkelanjutan
Kremlin membantah keterlibatan Rusia dalam insiden tersebut, menyebutnya sebagai "berita palsu" atau "manifestasi Russophobia." Namun, para pejabat keamanan Eropa melihat insiden ini sebagai bagian dari "perang hibrida" Rusia untuk mendestabilisasi negara-negara yang mendukung Ukraina. Nicu Popescu, mantan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Moldova, menekankan meningkatnya frekuensi dan agresivitas serangan tersebut sejak perang di Ukraina dimulai, dan hal ini menimbulkan risiko bagi warga di seluruh Uni Eropa. Kasus ini menyoroti ancaman nyata dari operasi sabotase yang terselubung dan kompleks yang melibatkan jaringan lokal dan teknologi sederhana namun efektif. Penggunaan Telegram untuk komunikasi dan keterlibatan warga negara asing dalam operasi menunjukkan metode operasi Rusia yang terus berkembang dan kemampuannya untuk mengeksploitasi kerentanan keamanan.